0


Jadikanlah cinta sebagai pemicu utama dalam setiap tingkah laku dan perbuatan Anda di dalam rumah. Ikhlas selalu dengan wajah yang berseri-seri sehingga orang-orang di sekeliling Anda merasa kebahagiaan, khususnya suami tercinta.
Anda juga harus ingat bahwa syarat masuk surga tergantung keridhaan suami terhadap anda.
Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra. Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda:
“Wanita siapa saja yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya, maka ia akan masuk surga.” (HR Tirmidzi).

Untuk tampil istimewa dalam berinteraksi dengan suami, serta mampu menawan hatinya, maka amalkanlah beberapa nasihat berikut ini:

1. Latihan ala Nabi
Dengan tips-tips Rasulullah berikut, Anda dapat membuka dan menawan hati suami.
Memandang mata suami dengan pandangan yang penuh kelembutan dan cinta kasih.
Pandangilah dengan pandangan yang dalam hingga hati Anda menyentuh lubuk hatinya sambil memegang tangannya dengan pegangan yang lembut dan hangat.
Ingatlah akan pahala dan manfaat yang akan Anda peroleh dari usaha Anda ini dengan merujuk kepada makna perkataan Rasulullah Saw.:
“Sesungguhnya jika seorang suami memandang istrinya dan istrinya pun memandanginya, maka Allah akan memandang keduanya. Jika ia memegang tangan istrinya, maka berguguranlah dosa-dosa keduanya melalui jari-jarinya.”

Waktu Latihan
Carilah waktu-waktu yang tepat di setiap tingkah laku bersama suami Anda. Latihan ini bisa saja di lakukan pada beberapa waktu. Lakukan minimal dua kali sehari, dan waktu yang baik adalah sebelum suami berangkat kerja dan pada waktu pulang dari tempat kerja.

2. Kata-Kata Manis dan Lembut
Gunakanlah kata-kata manis dan lembut penuh dengan muatan cinta. Rendahkan suara Anda dan coba mendekat kepada suami Anda sedekat mungkin, pada saat Anda berbicara dengannya. Perhatikan hal-hal yang bisa membuat dia senang baik dalam perbuatan ataupun ucapan. Saat itu, akan keluar kata-kata yang menyentuh. Yaitu, kata-kata indah yang keluar dari kedua bibir Anda yang indah dihiasi dengan kelembutan, sikap malu, dan sedikit berbisik.

3. Mengatur Suasana Rumah
Aturlah suasana di dalam rumah dengan baik sesuai dengan musim dan kondisi. Berusahalah untuk selalu memperbaruinya. Biarkan suami Anda merasa bahwa Anda melakukan semua itu demi kebahagiaannya.
Ciptakan suasana dalam rumah tangga penuh dengan aroma wangi, bersih, dan tertib.
Apabila suatu saat suami tiba di rumah mendadak, jangan biarkan dia merasa Anda tidak becus dalam mengatur urusan rumah.

4. Menyambut dengan Baik
Menit-menit pertama menyambut suami pulang adalah waktu yang sangat berpengaruh bagi suami dalam menilai kualitas istrinya. Di dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa setan bertengger di atas mata seorang suami saat ia masuk ke dalam rumah, sehingga pandangannya tertuju pada hal-hal buruk. Maka hal ini dapat membuatnya tidak betah dan bahagia berada di dalam rumah. Oleh karena itu, sebagai seorang istri Anda harus selalu tersenyum dan ceria setiap berjumpa dengannya. Apalagi pada saat menyambut kedatangannya.
Biasanya suami datang atau pulang kerja dengan kondisi penat dan lelah, untuk menuju rumah yang damai, penuh cinta dan kasih sayang. Dia datang dari kepenatan menuju ketenangan. Anda sendirilah yang dapat menciptakan semua suasana ini.
Temuilah dia di depan pintu dengan wajah ceria.
Temuilah dia dengan penuh perasaan rindu. Selalu senangdan selalu menunggu kedatangannya.
Bergembiralah dengan kedatangannya.
Usahakan jadwal kepulangannya telah Anda ketahui dengan baik dan terencana, sehingga Anda telah berada pada penampilan yang terbaik. Gantilah pakaian masak dengan pakaian yang bersih dan rapi.
Cobalah memahami kondisi kejiwaan suami dengan meluangkan sedikit waktu Anda untuk mengetahui apakah dia sedang gembira atau bersedih. Dengan demikian, Anda dapat memperlakukannya sesuai dengan kondisi jiwanya.
Segeralah menghidangkan makanan untuknya. Biasanya, suami pulang dengan perut lapar, dan rasa lapar dapat membuat suasana tidak nyaman.
Jangan lupa memakai wangi-wangian untuk suami.
Jangan lupa mendidik anak-anak bagaimana menyambut bapaknya dengan baik.
Terimalah dengan senang hati dan penuh rasa syukur sesuatu yang dibawa oleh suami, sekalipun Anda tidak menyukainya.

5. Mengadulah pada Waktu yang Tepat
Sambutan yang baik menunjukkan kesempurnaan akal, akhlak, dan agama. Oleh karena itu, suatu sikap yang tidak wajar bila seorang istri menyambut suaminya dengan pengaduan dan teguran. Simpanlah pengaduan Anda hingga menemukan waktu yang baik dan cocok. Setiap perkataan ada waktunya. Maka dari itu, janganlah menodong suami Anda dengan berbagai macam pengaduan pada awal kedatangannya.

6. Jangan Mengubah Sikap Ayah terhadap Anak-anaknya
Di saat suami baru sampai di rumah, jangan langsung menyuguhinya dengan menyebut kenakalan-kenakalan anak, ketidaktaatan mereka, dan lain sebagainya. Karena hal itu bisa membuatnya menjauhi anak-anak dan tidak mau lagi bermain dengan mereka. Bicarakanlah setelah istirahat dan makan dan menyelesaikan urusan lainnya. Setelah semua itu, barulah Anda meminta izin untuk membicarakan tentang masalah anak.

7. Jangan Merusak Kebahagiaan Rumah Tangga
Waktu-waktu bahagia sangat sedikit dibandingkan dengan kesibukan hidup. Oleh karena itu, jangan terlalu sering mengadukan permasalahan yang sama tentang anak-anak. Hendaklah Anda mendiskusikan hal-hal penting saja. Hendaklah Anda lebih mendahulukan sifat rahmat kepada suami dan anak-anak.

8. Ridha atas Segala yang Allah Karuniakan Kepadamu
Milikilah sifat qana’ah dan ridha terhadap apa yang Allah karuniakan kepada Anda. Lihatlah orang yang lebih rendah derajatnya dalam hal-hal keduniaan.

9. Waktu-Waktu Berhias
Istri yang baik adalah istri yang pandai menempatkan sesuatu pada waktu yang tepat. Maka berhias dapat dilakukan pada waktu-waktu yang telah disebutkan oleh Allah, yaitu waktu santai, sebelum subuh, pada waktu dzuhur, setelah shalat isya’ dan pada waktu suami kembali dari bepergian.

10. Hindarilah Menegur pada Waktu Senang

11. Istimewa di Mata Suami Ketika Ia sedang Marah
Kemarahan suami tidak menunjukkan akhir cintanya. Dengan usaha yang cerdik dan gigih dari sang istri, masalah ini akan dapat teratasi dengan baik.

Bagaimana Meredam Kemarahan Suami?
Jika suami angkat suara dalam keadaan marah, maka Anda jangan memotong pembicaraannya. Tapi bantulah ia meredam marahnya dengan kata-kata halus.
Usahakan dapat menenangkannya dan kendalikan reaksi Anda bila Anda berada di pihak yang benar. Berbicaralah dengan cara yang diplomatis.
Jangan menyindirnya dengan ucapan Anda.
Jangan tidur pada saat ia masih dalam keadaan marah. Walaupun Anda di pihak yang benar.
Jangan menambah kemarahannya dengan mengungkap masalah anak, uang belanja, dan sebagainya.

12. Istimewa dalam Hal Perasaan terhadap Suami
Tujuan utama dalam pernikahan adalah memberikan kepuasan dalam hal kasih sayang, syahwat, jiwa, raga, pikiran, imej, perasaan, cinta, kerinduan, cita rasa, angan-angan, dan seluruh bentuk perasaan, dari pendengaran, penglihatan, dam indera lainnya dengan sesuatu yang halal di sisi Allah.

Membuka Hati Suami dengan Perasaan Hangat dari Anda
Kunci hati seorang suami ada pada istri. Seorang istri dapat menarik hati suaminya, menjadikannya cinta dan betah padanya dengan perkataan yang lembut dan penuh kasih sayang. Sehingga ia senang duduk bersamaAnda dan merasa bahwa kamar tidur adalah bagian terpenting dalam hidupnya dan tidak ada yang dapat menyamainya. Akhirnya, cintanya pun semakin bertambah.
Banyak lagi cara lain yang dapat dilakukan oleh istri untuk bisa memikat hati suami di kamar tidur. Misalnya, memberi hiasan, wewangian, atau mengubah suasana kamar menjadi romantis dengan menggunakan lilin. Atau dengan menggunakan kata-kata manis, lembut, dan seterusnya.

Beberapa Tips di Kamar Tidur
Hendaklah Anda selalu mempunyai kreasi dan inovasi baru dalam berdandan.
Perhatikan cahaya, warna, dan kondisi dalam kamar.
Jangan menggunakan busana dengan satu model saja.
Perhatikan kata-kata dan ucapan Anda.

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Sakinah



1. Kenali Kondisi Tingkatan Umur pada Anak
Agar dapat menjalankan tugas Anda sebagai ibu secara efektif, Anda harus mengenali kondisi anak sesuai tingkatan umurnya. Utamanya ketika Anda menghadapi beberapa orang anak yang berbeda umur.


2. Pelajari Segala Cara dan Sarana dalam Mendidik Anak, di Antaranya:
a. Mendidik dengan cara memberi panutan
Mendidik dengan panutan adalah suatu cara yang sangat berpengaruh terhadap anak. Oleh karena itu, berusahalah menjadi panutan yang baik bagi mereka dalam hal: ibadah, akhlak, dan cara berinteraksi dengan orang lain. Mulailah dari diri Anda, dengan terlebih dahulu mengaplikasikan suatu amalan sebelum memerintahkan anak untuk melaksanakannya. Misalnya, Anda melarang anak berdusta sedangkan mereka menemukan Anda selalu berdusta. Mereka menyaksikan Anda berkata kepada seseorang di telepon bahwa suami Anda tidak di rumah, sedangkan ia ada di rumah. Atau seorang ayah melarang anaknya untuk tidak mencaci orang lain, sedangkan anaknya menyaksikan ayahnya selalu mencaci dirinya. Dan banyak lagi contoh-contoh lainnya.

b. Mendidik dengan kebiasaan
Kebiasaan tercipta dari lingkungan dan bisa diubah dengan tiga cara:
1. Mengikat anak dengan iman dan akidah. Karena dengan iman dan akidah akan tertanam di hati mereka pengawasan dan rasa takut kepada Allah.
2. Menjelaskan kepada anak tentang akhlak-akhlak yang buruk serta bahayanya, dan anjuran agar menjauhinya.Kita dapat mencontoh bagaimana Rasulullah mengajarkan kepada umat Islam tentang bahaya khamer. Yaitu, dengan menjelaskan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kejahatan tersebut, dan menganjurkan untuk meninggalkannya dengan ikhlas karena Allah.
3. Mengubah lingkungan. Cara ini sangat membantu memperbaiki akhlak anak, yaitu dengan cara memperhatikan teman-temannya.

c. Mendidik dengan cara memberi nasihat
Anda harus cermat:
Ucapkanlah kepada anak-anak perkataan yang bijak dan cermat karena anak muda merasa berat dengan nasihat.

Agar Nasihat Diterima, Anda Harus Memperhatikan Dua Unsur Penting:
Dengan panggilan lembut. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Luqman kepada anaknya. Apabila Anda mengatakan, “Wahai anakku”, “Wahai sayangku”, “Wahai kecilku”. Panggilan-panggilan ini adalah kunci yang dapat membuka hati anak.
Cara penyampaian kisah. Banyak kisah yang dapat Anda sampaikan, seperti kisah para nabi, orang-orang terdahulu, hewan-hewan atau kisah-kisah di dalam hadits. Semua ini mengandung peringatan dan peristiwa yang mudah diterima.
Menggunakan kalimat yang singkat dan padat. Diantaranya menggunakan kalimat-kalimat dari Al-Qur’an, hadits, atau dengan nasihat iman dan pendekatan diri kepada Allah.
Dengan cara dialog dan tanya jawab. Cara ini dapat memberi motivasi, cepat menyentuh perasaan, mudah dicerna. Rasulullah banyak menggunakan cara ini. Contohnya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., ia mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:
“’Bagaimana pendapat kalian apabila di depan pintu rumah salah seorang di antarakalian ada sebuah sungai. Lalu ia mandi di sungai itu sebanyak lima kali setiap harinya. Apakah akan tersisa kotoran di badannya?’ Para sahabat menjawab, ‘Tidak tersisa kotoran sedikit pun padanya.’ Beliau berkata, ‘Hal itu seperti shalat lima waktu yang dengannya Allah akan membersihkan orang yang menjalankannya dari segala dosa-dosa.’” (HR. Bukhari).
Dengan menggunakan perumpamaan. Tidak diragukan lagi, bahwa cara yang baik dalam mendidik adalah semua yang pernah digunakan oleh Rasulullah terhadap sahabat-sahabatnya. Beliau telah banyak menggunakan cara ini pada mereka. Sebuah contoh, ketika beliau menganjurkan para sahabat untuk membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya.
Abu Musa ra. Meriwayatkan dari Rasulullah Saw.:
“Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah atrujah, enak rasanya dan harum aromanya. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, enak rasanya tapi tidak mempunyai aroma. Perumpamaan seorang pendosa yang membaca Al-Qur’an seperti buah raihanah, harum aromanya tapi pahit rasanya. Perumpamaan seorang pendosa yang tidak membacaAl-Qur’an seperti buah hanzhalah, pahit rasanya dan tidak beraroma.” (HR. Bukhari).

Rasulullah Saw. Mengajarkan tentang keutamaan mempelajari Al-Qur’an kepada para sahabat dengan memberikan perumpamaan yang baik, sehingga mereka menyukai dan melaksanakannya.Demikian pula memberikan perumpamaan yang jelek sehingga membuat mereka menjauhi perbuatan tersebut. Maka dari itu, cobalah menggunakannya dalam mendidik anak-anak Anda.

Beberapa tips tambahan dalam menasihati anak
Hindari menasihati anak di depan orang banyak
Barengi nasihat dengan canda
Jangan emosi saat mengutarakan nasihat

mendidik dengan penekanan
Perhatikan hal-hal yang memberikan pengaruh terhadap anak-anak Anda, khususnya pengaruh dari luar. Tekankanlah pada mereka hal-hal baik yang mereka temui di luar rumah, dan jauhkanlah dari hal-hal yang buruk. Bisa jadi hal-hal ini timbul dari aktivitas kesehariannya.
Mendidik dengan hukuman
Harun ar-Rasyid berkata kepada orang yang mendidik anaknya, “Jangan terlalu memanjakannya, sehingga ia menghalalkan kesalahannya dan membiasakannya. Nasihatilah ia dengan pendekatan dan lemah lembut. Jika ia masih tidak sadar, maka saatnya engkau bersikap tegas dan kasar.”

Urutan Tahapan dalam Memberikan Sanksi kepada Anak
Pertama-tama, abaikan pelanggaran anak.
Menegur dengan sindiran dan tidak memperingati langsung, agar perhatiannya tidak langsung terarah kepada pelanggaran.
Menegur dengan bentakan. Cukup sedikit saja dan jangan berlebihan, agar anak tidak meremehkan.
Menegur secara terus-terang tanpa memukul atau mencela.
Memukul.

Aturan Memukul
Pukulan yang diberikan kepada anak seharusnya tidak menghinakan, seperti memukul wajah. Juga jangan terlalu menyakitkan. Begitu juga dengan alat pemukul harus memenuhi beberapa syarat yang perlu diperhatikan, yaitu:
Pendek, agar mudah menjangkau bagian tubuh yang pantas dipukul.
Lunak, agar tidak merusak anggota tubuh.
Tidak besar, agar tidak berdampak fatal.
Memukul pada anggota tubuh yang berotot kuat, seperti paha.


Sifat-Sifat Terpenting yang Harus Dimiliki dalam Mendidik Anak:
Sabar, bijak, lembut, tidak kasar, pengasih, fleksibel dan elastis, menghindari amarah, tidak berlebih-lebihan, seimbang, dan menasihati anak.


Beberapa Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Mendidik Anak:
Senantiasa memberikan motivasi dan jangan terlalu mengharapkan anak mampu mengerjakan tugas dengan sempurna. Janganlah melihat anak Anda dengan pandangan perfeksionis.
Yang menjadi prioritas utama Anda dalam mendidik anak adalah mengharapkan ridho Allah.
Melihat kesalahan sebagai sarana pembelajaran.


Beberapa Trik Efektif untuk Diterapkan pada Anak:
Kalimat yang Anda ucapkan seperti, “Perbaiki sikapmu dan jangan menaruh buku sembarangan”, sebaiknya diganti dengan kalimat, “Buku tempatkan di rak, sayang!”
“Kumpulkan mainanmu” diganti dengan kalimat, “Kamu harus mengembalikan mainanmu ke tempatnya semula supaya tidak cepat rusak”, atau dengan berkata, “Ayo, kita kumpulkan mainanmu bersama-sama.”

Berkomentar Terhadap Perbuatannya, Bukan pada Kepribadiannya
Daripada Anda mengucapkan, “Apa yang terjadi, mengapa kamu bodoh dan malas?” lebih baik Anda berkata, “Ini adalah perbuatan yang tidak bisa diterima.”
Kenali kesenangan anak Anda. Terkadang anak ingin memiliki semua mainan. Maka Anda jangan berkata kepadanya, “Kamu rakus sekali.” Katakanlah kepadanya, “Kamu menginginkan semua mainan, sekarang pilih satu saja, lain kali baru kita beli lagi.”

Hindari Ancaman yang Terus-menerus dan Menyuap
Selalu mengancam dapat menjadikan anak belajar menutup-nutupi kesalahannya dari Anda. Sedangkan sering memberi sogokan akan membuat anak tidak mempedulikan perintah, sampai anda memberinya upah. Misalnya, Anda berkata kepada anak, “Bersihkan kamar, setelah itu saya akan memberimu mainan baru.” Dengan begini maka ia akan menaati Anda, karena mainan. Bukan karena ingin membantu atau melaksanakan kewajiban.

Memberikan Tanggapan Positif terhadap Anak
Apabila anak Anda melaksanakan apa yang Anda perintahkan, maka berilah pujian kepadanya dan peluklah. Katakan kepadanya,”Bagus, terima kasih, semoga Allah membalas dengan kebaikan.” Dengan begini ia akan menyenangi pekerjaan itu.


Beberapa Faktor yang Berdampak Negatif terhadap Anak dan Cara Mengatasinya
Setelah Anda menyimak langkah-langkah positif dalam mendidik anak, Anda juga perlu memperhatikan semua aspek untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan dalam interaksi Anda dengan anak-anak di rumah. Karena terkadang sikap menyimpang (kenakalan remaja) bisa memasuki anak melalui berbagai jalan, di antaranya:
Sekolah
Anda dan suami dapat menentukan waktu khusus untuk menanyakan anak Anda tentang apa saja yang ia lakukan di sekolah. Kemudian Anda menjelaskan kepadanya hal-hal yang menyalahi agama.

Buku-Buku dan Majalah
Buku-buku serta majalah terkadang berisikan pemikiran-pemikiran atau akhlak yang menyalahi syariat Islam. Mungkin karena emosi, membuat Anda terlalu cepat bertindak dengan langsung merebut buku atau majalah itu darinya. Diikuti dengan makian, pukulan, dan sebagainya.
Tindakan seperti itu dapat membuat anak berani melakukannya lagi tanpa sepengetahuan Anda. Sang anak akan membacanya secara sembunyi-sembunyi, bahkan keinginannya terhadap buku-buku dan majalah-majalah seperti itu semakin menjadi-jadi.

Cara Mengatasinya:
Mengambil majalah atau buku tersebut dan mendiskusikannya. Lalu menjelaskan isinya, antara yang baik dan yang buruk atau menyalahi Islam. Kemudian setelah itu Anda menjelaskan kepadanya dengan penuh lemah lembut dan dengan kalimat yang mudah dipahami tentang efek negatif yang akan ditimbulkan dari buku dan majalah seperti itu.
Berikanlah pengganti dari buku atau majalah yang Anda larang tersebut. Misalnya mengganti dengan majalah-majalah islami, buku-buku ilmiah, buku sastra dan ilmu pengetahuan, atau buku yang mengandung kisah-kisah. Sesuatu yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat kepadanya. Termasuk di antaranya ilmu sosial yang tercerahkan dan kisah perjalanan hidup orang-orang hebat.

Teman-Teman Nakal
Akhlak yang buruk kadang disebabkan pengaruh teman. Khususnya pada usia remaja. Oleh karena itu, bagi seorang ibu, hendaknya memberikan pengawasan yang baik dan berkesinambungan terhadap siapa yang menjadi teman-teman anaknya. Mencari tahu bagaimana sifat temandan kondisi keluarganya. Berusaha menjauhkan anaknya dari anak-anak yang nakal, lalu mengarahkannya untuk bergaul dengan anak-anak yang baik, baik kawan-kawan sebayanya, keluarga, maupun tetangganya.
Terlebih dahulu anda harus menjadi teman yang baik terhadap anak Anda. Juga jangan lupa selalu mendoakannya agar tetap menjadi anak yang baik.

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Sakinah
Profile

>>> Username : Rayhania >>> Nickname : IU >>> My name : Ayu ريحاني Thamreen >>> Fullname : سري ايو ريحانية بنت محمد حسني تمرين More About me

Page
Archive
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 199.794 kali


connect with ABATASA