0
Dikirim pada 24 Januari 2011 di curhat

 

Seorang ayah yang sangat peduli dengan kehormatan dan kesucian putri-putrinya juga kaum muslimah umumnya, menulis untaian nasihat yang sarat dengan makna, nasihat dari seorang ayah yang tulus yang tidak menginginkan keburukan terjadi pada setiap putri muslimah, inilah nasihatnya . . .
Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir 50 tahun. Ilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah banyak mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang. Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena u dengarlah nasihat-nasihatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalamanku, yang engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.
Kami telah menulis dan mengajak kepada kebaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul dan mulut letih, dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemunkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka baian lengan, betis dan lehernya.
                Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikna itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu. Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan karena lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah.
                Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu, “Silakan masuk…” ketika dia telah mencuri, engkau berteriak, “Maling…! Tolong…tolong…saya kemalingan.” Demi Allah, dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah dia telanjangi pakaiannya.
Demi Allah…begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa dia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Dia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat. Demi Allah…dia telah berbohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan! Setelah itu apa yang terjadi?
Apa, wahai putriku? Coba kau pikirkan! Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa yang lain untuk diterkam kehormatannya, dan engkaulah yan menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan aib, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu erbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu.
Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka dia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar. Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi seorang istri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
Tak ada seorang pun yang mau menikahi pelacur, sekalipun dia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi dia akan memilih wanita yang baik karena dia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putra-putrinya adalah seorang wanita amoral. Sesunggauhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi karena disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan istri, akibatnya banyak para gadis yang berusia cukup untuk menikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik tidak juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertakwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka, “Kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yan kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan bersimpati?”
Taukah kalian, siapa yang akan memperhatikan menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu di tengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana denan nenek lainnya, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar engan kelezatan sementara?
Dan berilah nasihat-nasihat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasihati saudari-saudari yang sesat dan patut dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, melainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, kalaupun seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti dia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti dia boleh menyambut kawan suamidi rumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa baha Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu sama lain bisa salng terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.
Mereka ang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab:
Pertama, karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat anggota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.
Kedua, mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan Eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New York. Sekalipun berupa dansa, porni, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai atau di kolam renang. Kebatilan menurut mereka adalah sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walaupun berupa kehormatan, kemuliaan, kesuciaan dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, ntuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak? Saa tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka akan menyanggah dan mencemooh saya karena telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan-kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti saya inginkan untuk putri-putriku. Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan selain memerkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.
Bila anak putri jatuh, tak seorang pun di antara mereka mau menyingsing lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikit pun.
Inilah nasihatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa ditanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun akan menjadi baik. Wallahul musta’an.
*Disarikan dari buku Ya Ibnati oleh Ali Thanthawi terakhir diperbaharui. (Thursday, 14 Decembe


Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com


Dikirim pada 24 Januari 2011 di curhat
comments powered by Disqus
Profile

>>> Username : Rayhania >>> Nickname : IU >>> My name : Ayu ريحاني Thamreen >>> Fullname : سري ايو ريحانية بنت محمد حسني تمرين More About me

Page
Archive
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 199.776 kali


connect with ABATASA