0
Dikirim pada 24 Januari 2011 di Sakinah


 

1.     Kenali Kondisi Tingkatan Umur pada Anak

       Agar dapat menjalankan tugas Anda sebagai ibu secara efektif, Anda harus mengenali kondisi anak sesuai tingkatan umurnya. Utamanya ketika Anda menghadapi beberapa orang anak yang berbeda umur.

 

 

2.     Pelajari Segala Cara dan Sarana dalam Mendidik Anak, di Antaranya:

a.      Mendidik dengan cara memberi panutan

       Mendidik dengan panutan adalah suatu cara yang sangat berpengaruh terhadap anak. Oleh karena itu, berusahalah menjadi panutan yang baik bagi mereka dalam hal: ibadah, akhlak, dan cara berinteraksi dengan orang lain. Mulailah dari diri Anda, dengan terlebih dahulu mengaplikasikan suatu amalan sebelum memerintahkan anak untuk melaksanakannya. Misalnya, Anda melarang anak berdusta sedangkan mereka menemukan Anda selalu berdusta. Mereka menyaksikan Anda berkata kepada seseorang di telepon bahwa suami Anda tidak di rumah, sedangkan ia ada di rumah. Atau seorang ayah melarang anaknya untuk tidak mencaci orang lain, sedangkan anaknya menyaksikan ayahnya selalu mencaci dirinya. Dan banyak lagi contoh-contoh lainnya.

 

b.      Mendidik dengan kebiasaan

       Kebiasaan tercipta dari lingkungan dan bisa diubah dengan tiga cara:

1.      Mengikat anak dengan iman dan akidah. Karena dengan iman dan akidah akan tertanam di hati mereka pengawasan dan rasa takut kepada Allah.

2.      Menjelaskan kepada anak tentang akhlak-akhlak yang buruk serta bahayanya, dan anjuran agar menjauhinya.Kita dapat mencontoh bagaimana Rasulullah mengajarkan kepada umat Islam tentang bahaya khamer. Yaitu, dengan menjelaskan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kejahatan tersebut, dan menganjurkan untuk meninggalkannya dengan ikhlas karena Allah.

3.      Mengubah lingkungan. Cara ini sangat membantu memperbaiki akhlak anak, yaitu dengan cara memperhatikan teman-temannya.

 

c.       Mendidik dengan cara memberi nasihat

       Anda harus cermat:

       Ucapkanlah kepada anak-anak perkataan yang bijak dan cermat karena anak muda merasa berat dengan nasihat.

 

      Agar Nasihat Diterima, Anda Harus Memperhatikan Dua Unsur Penting:


  1. Dengan panggilan lembut. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Luqman kepada anaknya. Apabila Anda mengatakan, “Wahai anakku”, “Wahai sayangku”, “Wahai kecilku”. Panggilan-panggilan ini adalah kunci yang dapat membuka hati anak.

  2. Cara penyampaian kisah. Banyak kisah yang dapat Anda sampaikan, seperti kisah para nabi, orang-orang terdahulu, hewan-hewan atau kisah-kisah di dalam hadits. Semua ini mengandung peringatan dan peristiwa yang mudah diterima.

  3. Menggunakan kalimat yang singkat dan padat. Diantaranya menggunakan kalimat-kalimat dari Al-Qur’an, hadits, atau dengan nasihat iman dan pendekatan diri kepada Allah.

  4. Dengan cara dialog dan tanya jawab. Cara ini dapat memberi motivasi, cepat menyentuh perasaan, mudah dicerna. Rasulullah banyak menggunakan cara ini. Contohnya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., ia mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:


“’Bagaimana pendapat kalian apabila di depan pintu rumah salah seorang di antarakalian ada sebuah sungai. Lalu ia mandi di sungai itu sebanyak lima kali setiap harinya. Apakah akan tersisa kotoran di badannya?’ Para sahabat menjawab, ‘Tidak tersisa kotoran sedikit pun padanya.’ Beliau berkata, ‘Hal itu seperti shalat lima waktu yang dengannya Allah akan membersihkan orang yang menjalankannya dari segala dosa-dosa.’” (HR. Bukhari).


  1. Dengan menggunakan perumpamaan. Tidak diragukan lagi, bahwa cara yang baik dalam mendidik adalah semua yang pernah digunakan oleh Rasulullah terhadap sahabat-sahabatnya. Beliau telah banyak menggunakan cara ini pada mereka. Sebuah contoh, ketika beliau menganjurkan para sahabat untuk membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya.


       Abu Musa ra. Meriwayatkan dari Rasulullah Saw.:

“Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah atrujah, enak rasanya dan harum aromanya. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, enak rasanya tapi tidak mempunyai aroma. Perumpamaan seorang pendosa yang membaca Al-Qur’an seperti buah raihanah, harum aromanya tapi pahit rasanya. Perumpamaan seorang pendosa yang tidak membacaAl-Qur’an seperti buah hanzhalah, pahit rasanya dan tidak beraroma.” (HR. Bukhari).

 

       Rasulullah Saw. Mengajarkan tentang keutamaan mempelajari Al-Qur’an kepada para sahabat dengan memberikan perumpamaan yang baik, sehingga mereka menyukai dan melaksanakannya.Demikian pula memberikan perumpamaan yang jelek sehingga membuat mereka menjauhi perbuatan tersebut. Maka dari itu, cobalah menggunakannya dalam mendidik anak-anak Anda.

 

Beberapa tips tambahan dalam menasihati anak

*   Hindari menasihati anak di depan orang banyak

*   Barengi nasihat dengan canda

*   Jangan emosi saat mengutarakan nasihat

 


  1. mendidik dengan penekanan


       Perhatikan hal-hal yang memberikan pengaruh terhadap anak-anak Anda, khususnya pengaruh dari luar. Tekankanlah pada mereka hal-hal baik yang mereka temui di luar rumah, dan jauhkanlah dari hal-hal yang buruk. Bisa jadi hal-hal ini timbul dari aktivitas kesehariannya.


  1. Mendidik dengan hukuman


       Harun ar-Rasyid berkata kepada orang yang mendidik anaknya, “Jangan terlalu memanjakannya, sehingga ia menghalalkan kesalahannya dan membiasakannya. Nasihatilah ia dengan pendekatan dan lemah lembut. Jika ia masih tidak sadar, maka saatnya engkau bersikap tegas dan kasar.”

 

Urutan Tahapan dalam Memberikan Sanksi kepada Anak


  1. Pertama-tama, abaikan pelanggaran anak.

  2. Menegur dengan sindiran dan tidak memperingati langsung, agar perhatiannya tidak langsung terarah kepada pelanggaran.

  3. Menegur dengan bentakan. Cukup sedikit saja dan jangan berlebihan, agar anak tidak meremehkan.

  4. Menegur secara terus-terang tanpa memukul atau mencela.

  5. Memukul.


 

Aturan Memukul

       Pukulan yang diberikan kepada anak seharusnya tidak menghinakan, seperti memukul wajah. Juga jangan terlalu menyakitkan. Begitu juga dengan alat pemukul harus memenuhi beberapa syarat yang perlu diperhatikan, yaitu:

*      Pendek, agar mudah menjangkau bagian tubuh yang pantas dipukul.

*      Lunak, agar tidak merusak anggota tubuh.

*      Tidak besar, agar tidak berdampak fatal.

*      Memukul pada anggota tubuh yang berotot kuat, seperti paha.

 

 

Sifat-Sifat Terpenting yang Harus Dimiliki dalam Mendidik Anak:

       Sabar, bijak, lembut, tidak kasar, pengasih, fleksibel dan elastis, menghindari amarah, tidak berlebih-lebihan, seimbang, dan menasihati anak.

 

 

Beberapa Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Mendidik Anak:

*      Senantiasa memberikan motivasi dan jangan terlalu mengharapkan anak mampu mengerjakan tugas dengan sempurna. Janganlah melihat anak Anda dengan pandangan perfeksionis.

*      Yang menjadi prioritas utama Anda dalam mendidik anak adalah mengharapkan ridho Allah.

*      Melihat kesalahan sebagai sarana pembelajaran.

 

 

Beberapa Trik Efektif untuk Diterapkan pada Anak:

       Kalimat yang Anda ucapkan seperti, “Perbaiki sikapmu dan jangan menaruh buku sembarangan”, sebaiknya diganti dengan kalimat, “Buku tempatkan di rak, sayang!”

       “Kumpulkan mainanmu” diganti dengan kalimat, “Kamu harus mengembalikan mainanmu ke tempatnya semula supaya tidak cepat rusak”, atau dengan berkata, “Ayo, kita kumpulkan mainanmu bersama-sama.”

 

*      Berkomentar Terhadap Perbuatannya, Bukan pada Kepribadiannya

       Daripada Anda mengucapkan, “Apa yang terjadi, mengapa kamu bodoh dan malas?” lebih baik Anda berkata, “Ini adalah perbuatan yang tidak bisa diterima.”

       Kenali kesenangan anak Anda. Terkadang anak ingin memiliki semua mainan. Maka Anda jangan berkata kepadanya, “Kamu rakus sekali.” Katakanlah kepadanya, “Kamu menginginkan semua mainan, sekarang pilih satu saja, lain kali baru kita beli lagi.”

 

*      Hindari Ancaman yang Terus-menerus dan Menyuap

       Selalu mengancam dapat menjadikan anak belajar menutup-nutupi kesalahannya dari Anda. Sedangkan sering memberi sogokan akan membuat anak tidak mempedulikan perintah, sampai anda memberinya upah. Misalnya, Anda berkata kepada anak, “Bersihkan kamar, setelah itu saya akan memberimu mainan baru.” Dengan begini maka ia akan menaati Anda, karena mainan. Bukan karena ingin membantu atau melaksanakan kewajiban.

 

*      Memberikan Tanggapan Positif terhadap Anak

       Apabila anak Anda melaksanakan apa yang Anda perintahkan, maka berilah pujian kepadanya dan peluklah. Katakan kepadanya,”Bagus, terima kasih, semoga Allah membalas dengan kebaikan.” Dengan begini ia akan menyenangi pekerjaan itu.

 

 

Beberapa Faktor yang Berdampak Negatif terhadap Anak dan Cara Mengatasinya

       Setelah Anda menyimak langkah-langkah positif dalam mendidik anak, Anda juga perlu memperhatikan semua aspek untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan dalam interaksi Anda dengan anak-anak di rumah. Karena terkadang sikap menyimpang (kenakalan remaja) bisa memasuki anak melalui berbagai jalan, di antaranya:

*      Sekolah

       Anda dan suami dapat menentukan waktu khusus untuk menanyakan anak Anda tentang apa saja yang ia lakukan di sekolah. Kemudian Anda menjelaskan kepadanya hal-hal yang menyalahi agama.

 

*      Buku-Buku dan Majalah

       Buku-buku serta majalah terkadang berisikan pemikiran-pemikiran atau akhlak yang menyalahi syariat Islam. Mungkin karena emosi, membuat Anda terlalu cepat bertindak dengan langsung merebut buku atau majalah itu darinya. Diikuti dengan makian, pukulan, dan sebagainya.

       Tindakan seperti itu dapat membuat anak berani melakukannya lagi tanpa sepengetahuan Anda. Sang anak akan membacanya secara sembunyi-sembunyi, bahkan keinginannya terhadap buku-buku dan majalah-majalah seperti itu semakin menjadi-jadi.

 

Cara Mengatasinya:

      Mengambil majalah atau buku tersebut dan mendiskusikannya. Lalu menjelaskan isinya, antara yang baik dan yang buruk atau menyalahi Islam. Kemudian setelah itu Anda menjelaskan kepadanya dengan penuh lemah lembut dan dengan kalimat yang mudah dipahami tentang efek negatif yang akan ditimbulkan dari buku dan majalah seperti itu.

       Berikanlah pengganti dari buku atau majalah yang Anda larang tersebut. Misalnya mengganti dengan majalah-majalah islami, buku-buku ilmiah, buku sastra dan ilmu pengetahuan, atau buku yang mengandung kisah-kisah. Sesuatu yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat kepadanya. Termasuk di antaranya ilmu sosial yang tercerahkan dan kisah perjalanan hidup orang-orang hebat.

 

*      Teman-Teman Nakal

       Akhlak yang buruk kadang disebabkan pengaruh teman. Khususnya pada usia remaja. Oleh karena itu, bagi seorang ibu, hendaknya memberikan pengawasan yang baik dan berkesinambungan terhadap siapa yang menjadi teman-teman anaknya. Mencari tahu bagaimana sifat temandan kondisi keluarganya. Berusaha menjauhkan anaknya dari anak-anak yang nakal, lalu mengarahkannya untuk bergaul dengan anak-anak yang baik, baik kawan-kawan sebayanya, keluarga, maupun tetangganya.

       Terlebih dahulu anda harus menjadi teman yang baik terhadap anak Anda. Juga jangan lupa selalu mendoakannya agar tetap menjadi anak yang baik.


Dikirim pada 24 Januari 2011 di Sakinah
comments powered by Disqus
Profile

>>> Username : Rayhania >>> Nickname : IU >>> My name : Ayu ريحاني Thamreen >>> Fullname : سري ايو ريحانية بنت محمد حسني تمرين More About me

Page
Archive
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 199.792 kali


connect with ABATASA