0
Dikirim pada 24 Januari 2011 di Pengetahuan Agama (religion)

 

 
       Hukum menikahi wanita hamil telah disinggung dalam surah Ath-Thalaq ayat 4 :
“Dan wanita-wanita hamil, waktu idahnya itu ialah sampai melahirkan kandungannya…”  (QS. Ath-Thalaq: 4)
 
       Ayat ini menjelaskan bahwa wanita hamil tidak boleh dinikahi oleh seorang laki-laki sampai wanita tersebut melahirkan, kecuali jika laki-laki tersebut adalah bekas suami yang menceraikannya (ruju’). Larangan ini dikarenakan wanita yang hamil itu masih menjadi hak suami yang menceraikannya.
 
       Lalu bagaimana hukumnya jika wanita tersebut hamil dikarenakan berzina seperti yang banyak kita temukan pada remaja-remaja puteri zaman sekarang?
 
       Maka para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Sebagian ulama mengatakan pernikahan dilaksanakan setalah wanita tersebut melahirkan. Jika dinikahkan pada saat masih mengandung, maka harus dinikahkan ulang setalah sang wanita malahirkan, karena tidak sah menikahi wanita hamil.
 
       Sebagian ulama lagi berbeda pendapat dengan pendapat di atas dengan rujukan Komplikasi Hukum Islam, bab VIII, pasal 53, ayat 1 sampai 3:
1)      Seorang wanita yang hamil diluar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya.
2)      Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat 1 dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya.
3)      Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anaknya yang dikandung lahir.
 
       Terjadinya perbedaan pendapat di atas dikarenakan pada zaman Rasulullah tidak pernah ditemukannya wanita yang hamil karena berzina menikah. Yang ada hanya wanita yang dihukum rajam karena berzina, hukuman rajam itu pun dilaksanakan setelah wanita tersebut melahirkan bayinya. Namun ada kaidah ushul menyatakan: “Keluar dari perbedaan pendapat adalah langkah yang terbaik”.
 
 
Rasulullah Saw. Juga pernah bersabda:
 
“Seseorang tidak akan mencapai tingkat takwa sebelum dia meninggalkan apa saja yang tidak terang (yang masih diragu-ragukan) supaya dia menjauhi apa-apa yang jelas dosanya”. [1]


[1] Drs.K.H.Miftah Faridh, 150 Masalah Nikah dan Keluarga, Jakarta: Gema Insani Press, 1999, h. 19-21


Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com


Dikirim pada 24 Januari 2011 di Pengetahuan Agama (religion)
comments powered by Disqus
Profile

>>> Username : Rayhania >>> Nickname : IU >>> My name : Ayu ريحاني Thamreen >>> Fullname : سري ايو ريحانية بنت محمد حسني تمرين More About me

Page
Archive
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 199.780 kali


connect with ABATASA