0




Sebuah Surat:
Assalamualaikum kanda yang kuimpikan,
Bagaimana kabarmu hari ini? Sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu, yang membuat wajah bersahayamu diliputi cahaya? Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya dengan bermunajat kepada-Nya? Sudahkah kau bulatkan azzam-mu untuk istiqamah melangkah di jalan-Nya?

Kanda…
Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama-Nya, jemputlah rezekimu dengan sungguh-sungguh. Aku mengantarkanmu dengan selempang doa yang tersampir di bahu angin. Semoga hari ini Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu. Penuhilah pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikit pun waktumu dalam kesia-siaan.

Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku. Sandarkan hatimu pada-Nya, agar Dia memberimu kekuatan. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku, menemani hari-harimu.

Siapa pun engkau, di mana pun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan panjangmu tak lagi sendiri. Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk hadir menjemputku.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya pada-Mu.

http://myquran.org http://www.kebunhikmah.com

Dikirim pada 24 Januari 2011 di curhat


Jadikanlah cinta sebagai pemicu utama dalam setiap tingkah laku dan perbuatan Anda di dalam rumah. Ikhlas selalu dengan wajah yang berseri-seri sehingga orang-orang di sekeliling Anda merasa kebahagiaan, khususnya suami tercinta.
Anda juga harus ingat bahwa syarat masuk surga tergantung keridhaan suami terhadap anda.
Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra. Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda:
“Wanita siapa saja yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya, maka ia akan masuk surga.” (HR Tirmidzi).

Untuk tampil istimewa dalam berinteraksi dengan suami, serta mampu menawan hatinya, maka amalkanlah beberapa nasihat berikut ini:

1. Latihan ala Nabi
Dengan tips-tips Rasulullah berikut, Anda dapat membuka dan menawan hati suami.
Memandang mata suami dengan pandangan yang penuh kelembutan dan cinta kasih.
Pandangilah dengan pandangan yang dalam hingga hati Anda menyentuh lubuk hatinya sambil memegang tangannya dengan pegangan yang lembut dan hangat.
Ingatlah akan pahala dan manfaat yang akan Anda peroleh dari usaha Anda ini dengan merujuk kepada makna perkataan Rasulullah Saw.:
“Sesungguhnya jika seorang suami memandang istrinya dan istrinya pun memandanginya, maka Allah akan memandang keduanya. Jika ia memegang tangan istrinya, maka berguguranlah dosa-dosa keduanya melalui jari-jarinya.”

Waktu Latihan
Carilah waktu-waktu yang tepat di setiap tingkah laku bersama suami Anda. Latihan ini bisa saja di lakukan pada beberapa waktu. Lakukan minimal dua kali sehari, dan waktu yang baik adalah sebelum suami berangkat kerja dan pada waktu pulang dari tempat kerja.

2. Kata-Kata Manis dan Lembut
Gunakanlah kata-kata manis dan lembut penuh dengan muatan cinta. Rendahkan suara Anda dan coba mendekat kepada suami Anda sedekat mungkin, pada saat Anda berbicara dengannya. Perhatikan hal-hal yang bisa membuat dia senang baik dalam perbuatan ataupun ucapan. Saat itu, akan keluar kata-kata yang menyentuh. Yaitu, kata-kata indah yang keluar dari kedua bibir Anda yang indah dihiasi dengan kelembutan, sikap malu, dan sedikit berbisik.

3. Mengatur Suasana Rumah
Aturlah suasana di dalam rumah dengan baik sesuai dengan musim dan kondisi. Berusahalah untuk selalu memperbaruinya. Biarkan suami Anda merasa bahwa Anda melakukan semua itu demi kebahagiaannya.
Ciptakan suasana dalam rumah tangga penuh dengan aroma wangi, bersih, dan tertib.
Apabila suatu saat suami tiba di rumah mendadak, jangan biarkan dia merasa Anda tidak becus dalam mengatur urusan rumah.

4. Menyambut dengan Baik
Menit-menit pertama menyambut suami pulang adalah waktu yang sangat berpengaruh bagi suami dalam menilai kualitas istrinya. Di dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa setan bertengger di atas mata seorang suami saat ia masuk ke dalam rumah, sehingga pandangannya tertuju pada hal-hal buruk. Maka hal ini dapat membuatnya tidak betah dan bahagia berada di dalam rumah. Oleh karena itu, sebagai seorang istri Anda harus selalu tersenyum dan ceria setiap berjumpa dengannya. Apalagi pada saat menyambut kedatangannya.
Biasanya suami datang atau pulang kerja dengan kondisi penat dan lelah, untuk menuju rumah yang damai, penuh cinta dan kasih sayang. Dia datang dari kepenatan menuju ketenangan. Anda sendirilah yang dapat menciptakan semua suasana ini.
Temuilah dia di depan pintu dengan wajah ceria.
Temuilah dia dengan penuh perasaan rindu. Selalu senangdan selalu menunggu kedatangannya.
Bergembiralah dengan kedatangannya.
Usahakan jadwal kepulangannya telah Anda ketahui dengan baik dan terencana, sehingga Anda telah berada pada penampilan yang terbaik. Gantilah pakaian masak dengan pakaian yang bersih dan rapi.
Cobalah memahami kondisi kejiwaan suami dengan meluangkan sedikit waktu Anda untuk mengetahui apakah dia sedang gembira atau bersedih. Dengan demikian, Anda dapat memperlakukannya sesuai dengan kondisi jiwanya.
Segeralah menghidangkan makanan untuknya. Biasanya, suami pulang dengan perut lapar, dan rasa lapar dapat membuat suasana tidak nyaman.
Jangan lupa memakai wangi-wangian untuk suami.
Jangan lupa mendidik anak-anak bagaimana menyambut bapaknya dengan baik.
Terimalah dengan senang hati dan penuh rasa syukur sesuatu yang dibawa oleh suami, sekalipun Anda tidak menyukainya.

5. Mengadulah pada Waktu yang Tepat
Sambutan yang baik menunjukkan kesempurnaan akal, akhlak, dan agama. Oleh karena itu, suatu sikap yang tidak wajar bila seorang istri menyambut suaminya dengan pengaduan dan teguran. Simpanlah pengaduan Anda hingga menemukan waktu yang baik dan cocok. Setiap perkataan ada waktunya. Maka dari itu, janganlah menodong suami Anda dengan berbagai macam pengaduan pada awal kedatangannya.

6. Jangan Mengubah Sikap Ayah terhadap Anak-anaknya
Di saat suami baru sampai di rumah, jangan langsung menyuguhinya dengan menyebut kenakalan-kenakalan anak, ketidaktaatan mereka, dan lain sebagainya. Karena hal itu bisa membuatnya menjauhi anak-anak dan tidak mau lagi bermain dengan mereka. Bicarakanlah setelah istirahat dan makan dan menyelesaikan urusan lainnya. Setelah semua itu, barulah Anda meminta izin untuk membicarakan tentang masalah anak.

7. Jangan Merusak Kebahagiaan Rumah Tangga
Waktu-waktu bahagia sangat sedikit dibandingkan dengan kesibukan hidup. Oleh karena itu, jangan terlalu sering mengadukan permasalahan yang sama tentang anak-anak. Hendaklah Anda mendiskusikan hal-hal penting saja. Hendaklah Anda lebih mendahulukan sifat rahmat kepada suami dan anak-anak.

8. Ridha atas Segala yang Allah Karuniakan Kepadamu
Milikilah sifat qana’ah dan ridha terhadap apa yang Allah karuniakan kepada Anda. Lihatlah orang yang lebih rendah derajatnya dalam hal-hal keduniaan.

9. Waktu-Waktu Berhias
Istri yang baik adalah istri yang pandai menempatkan sesuatu pada waktu yang tepat. Maka berhias dapat dilakukan pada waktu-waktu yang telah disebutkan oleh Allah, yaitu waktu santai, sebelum subuh, pada waktu dzuhur, setelah shalat isya’ dan pada waktu suami kembali dari bepergian.

10. Hindarilah Menegur pada Waktu Senang

11. Istimewa di Mata Suami Ketika Ia sedang Marah
Kemarahan suami tidak menunjukkan akhir cintanya. Dengan usaha yang cerdik dan gigih dari sang istri, masalah ini akan dapat teratasi dengan baik.

Bagaimana Meredam Kemarahan Suami?
Jika suami angkat suara dalam keadaan marah, maka Anda jangan memotong pembicaraannya. Tapi bantulah ia meredam marahnya dengan kata-kata halus.
Usahakan dapat menenangkannya dan kendalikan reaksi Anda bila Anda berada di pihak yang benar. Berbicaralah dengan cara yang diplomatis.
Jangan menyindirnya dengan ucapan Anda.
Jangan tidur pada saat ia masih dalam keadaan marah. Walaupun Anda di pihak yang benar.
Jangan menambah kemarahannya dengan mengungkap masalah anak, uang belanja, dan sebagainya.

12. Istimewa dalam Hal Perasaan terhadap Suami
Tujuan utama dalam pernikahan adalah memberikan kepuasan dalam hal kasih sayang, syahwat, jiwa, raga, pikiran, imej, perasaan, cinta, kerinduan, cita rasa, angan-angan, dan seluruh bentuk perasaan, dari pendengaran, penglihatan, dam indera lainnya dengan sesuatu yang halal di sisi Allah.

Membuka Hati Suami dengan Perasaan Hangat dari Anda
Kunci hati seorang suami ada pada istri. Seorang istri dapat menarik hati suaminya, menjadikannya cinta dan betah padanya dengan perkataan yang lembut dan penuh kasih sayang. Sehingga ia senang duduk bersamaAnda dan merasa bahwa kamar tidur adalah bagian terpenting dalam hidupnya dan tidak ada yang dapat menyamainya. Akhirnya, cintanya pun semakin bertambah.
Banyak lagi cara lain yang dapat dilakukan oleh istri untuk bisa memikat hati suami di kamar tidur. Misalnya, memberi hiasan, wewangian, atau mengubah suasana kamar menjadi romantis dengan menggunakan lilin. Atau dengan menggunakan kata-kata manis, lembut, dan seterusnya.

Beberapa Tips di Kamar Tidur
Hendaklah Anda selalu mempunyai kreasi dan inovasi baru dalam berdandan.
Perhatikan cahaya, warna, dan kondisi dalam kamar.
Jangan menggunakan busana dengan satu model saja.
Perhatikan kata-kata dan ucapan Anda.

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Sakinah


Seorang ayah yang sangat peduli dengan kehormatan dan kesucian putri-putrinya juga kaum muslimah umumnya, menulis untaian nasihat yang sarat dengan makna, nasihat dari seorang ayah yang tulus yang tidak menginginkan keburukan terjadi pada setiap putri muslimah, inilah nasihatnya . . .
Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir 50 tahun. Ilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah banyak mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang. Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena u dengarlah nasihat-nasihatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalamanku, yang engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.
Kami telah menulis dan mengajak kepada kebaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul dan mulut letih, dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemunkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka baian lengan, betis dan lehernya.
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikna itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu. Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan karena lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah.
Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu, “Silakan masuk…” ketika dia telah mencuri, engkau berteriak, “Maling…! Tolong…tolong…saya kemalingan.” Demi Allah, dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah dia telanjangi pakaiannya.
Demi Allah…begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa dia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Dia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat. Demi Allah…dia telah berbohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan! Setelah itu apa yang terjadi?
Apa, wahai putriku? Coba kau pikirkan! Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa yang lain untuk diterkam kehormatannya, dan engkaulah yan menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan aib, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu erbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu.
Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka dia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar. Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi seorang istri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
Tak ada seorang pun yang mau menikahi pelacur, sekalipun dia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi dia akan memilih wanita yang baik karena dia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putra-putrinya adalah seorang wanita amoral. Sesunggauhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi karena disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan istri, akibatnya banyak para gadis yang berusia cukup untuk menikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik tidak juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertakwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka, “Kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yan kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan bersimpati?”
Taukah kalian, siapa yang akan memperhatikan menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu di tengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana denan nenek lainnya, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar engan kelezatan sementara?
Dan berilah nasihat-nasihat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasihati saudari-saudari yang sesat dan patut dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, melainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, kalaupun seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti dia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti dia boleh menyambut kawan suamidi rumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa baha Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu sama lain bisa salng terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.
Mereka ang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab:
Pertama, karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat anggota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.
Kedua, mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan Eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New York. Sekalipun berupa dansa, porni, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai atau di kolam renang. Kebatilan menurut mereka adalah sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walaupun berupa kehormatan, kemuliaan, kesuciaan dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, ntuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak? Saa tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka akan menyanggah dan mencemooh saya karena telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan-kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti saya inginkan untuk putri-putriku. Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan selain memerkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.
Bila anak putri jatuh, tak seorang pun di antara mereka mau menyingsing lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikit pun.
Inilah nasihatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa ditanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun akan menjadi baik. Wallahul musta’an.
*Disarikan dari buku Ya Ibnati oleh Ali Thanthawi terakhir diperbaharui. (Thursday, 14 Decembe

Dikirim pada 24 Januari 2011 di curhat



1. Kenali Kondisi Tingkatan Umur pada Anak
Agar dapat menjalankan tugas Anda sebagai ibu secara efektif, Anda harus mengenali kondisi anak sesuai tingkatan umurnya. Utamanya ketika Anda menghadapi beberapa orang anak yang berbeda umur.


2. Pelajari Segala Cara dan Sarana dalam Mendidik Anak, di Antaranya:
a. Mendidik dengan cara memberi panutan
Mendidik dengan panutan adalah suatu cara yang sangat berpengaruh terhadap anak. Oleh karena itu, berusahalah menjadi panutan yang baik bagi mereka dalam hal: ibadah, akhlak, dan cara berinteraksi dengan orang lain. Mulailah dari diri Anda, dengan terlebih dahulu mengaplikasikan suatu amalan sebelum memerintahkan anak untuk melaksanakannya. Misalnya, Anda melarang anak berdusta sedangkan mereka menemukan Anda selalu berdusta. Mereka menyaksikan Anda berkata kepada seseorang di telepon bahwa suami Anda tidak di rumah, sedangkan ia ada di rumah. Atau seorang ayah melarang anaknya untuk tidak mencaci orang lain, sedangkan anaknya menyaksikan ayahnya selalu mencaci dirinya. Dan banyak lagi contoh-contoh lainnya.

b. Mendidik dengan kebiasaan
Kebiasaan tercipta dari lingkungan dan bisa diubah dengan tiga cara:
1. Mengikat anak dengan iman dan akidah. Karena dengan iman dan akidah akan tertanam di hati mereka pengawasan dan rasa takut kepada Allah.
2. Menjelaskan kepada anak tentang akhlak-akhlak yang buruk serta bahayanya, dan anjuran agar menjauhinya.Kita dapat mencontoh bagaimana Rasulullah mengajarkan kepada umat Islam tentang bahaya khamer. Yaitu, dengan menjelaskan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kejahatan tersebut, dan menganjurkan untuk meninggalkannya dengan ikhlas karena Allah.
3. Mengubah lingkungan. Cara ini sangat membantu memperbaiki akhlak anak, yaitu dengan cara memperhatikan teman-temannya.

c. Mendidik dengan cara memberi nasihat
Anda harus cermat:
Ucapkanlah kepada anak-anak perkataan yang bijak dan cermat karena anak muda merasa berat dengan nasihat.

Agar Nasihat Diterima, Anda Harus Memperhatikan Dua Unsur Penting:
Dengan panggilan lembut. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Luqman kepada anaknya. Apabila Anda mengatakan, “Wahai anakku”, “Wahai sayangku”, “Wahai kecilku”. Panggilan-panggilan ini adalah kunci yang dapat membuka hati anak.
Cara penyampaian kisah. Banyak kisah yang dapat Anda sampaikan, seperti kisah para nabi, orang-orang terdahulu, hewan-hewan atau kisah-kisah di dalam hadits. Semua ini mengandung peringatan dan peristiwa yang mudah diterima.
Menggunakan kalimat yang singkat dan padat. Diantaranya menggunakan kalimat-kalimat dari Al-Qur’an, hadits, atau dengan nasihat iman dan pendekatan diri kepada Allah.
Dengan cara dialog dan tanya jawab. Cara ini dapat memberi motivasi, cepat menyentuh perasaan, mudah dicerna. Rasulullah banyak menggunakan cara ini. Contohnya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., ia mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:
“’Bagaimana pendapat kalian apabila di depan pintu rumah salah seorang di antarakalian ada sebuah sungai. Lalu ia mandi di sungai itu sebanyak lima kali setiap harinya. Apakah akan tersisa kotoran di badannya?’ Para sahabat menjawab, ‘Tidak tersisa kotoran sedikit pun padanya.’ Beliau berkata, ‘Hal itu seperti shalat lima waktu yang dengannya Allah akan membersihkan orang yang menjalankannya dari segala dosa-dosa.’” (HR. Bukhari).
Dengan menggunakan perumpamaan. Tidak diragukan lagi, bahwa cara yang baik dalam mendidik adalah semua yang pernah digunakan oleh Rasulullah terhadap sahabat-sahabatnya. Beliau telah banyak menggunakan cara ini pada mereka. Sebuah contoh, ketika beliau menganjurkan para sahabat untuk membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya.
Abu Musa ra. Meriwayatkan dari Rasulullah Saw.:
“Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah atrujah, enak rasanya dan harum aromanya. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, enak rasanya tapi tidak mempunyai aroma. Perumpamaan seorang pendosa yang membaca Al-Qur’an seperti buah raihanah, harum aromanya tapi pahit rasanya. Perumpamaan seorang pendosa yang tidak membacaAl-Qur’an seperti buah hanzhalah, pahit rasanya dan tidak beraroma.” (HR. Bukhari).

Rasulullah Saw. Mengajarkan tentang keutamaan mempelajari Al-Qur’an kepada para sahabat dengan memberikan perumpamaan yang baik, sehingga mereka menyukai dan melaksanakannya.Demikian pula memberikan perumpamaan yang jelek sehingga membuat mereka menjauhi perbuatan tersebut. Maka dari itu, cobalah menggunakannya dalam mendidik anak-anak Anda.

Beberapa tips tambahan dalam menasihati anak
Hindari menasihati anak di depan orang banyak
Barengi nasihat dengan canda
Jangan emosi saat mengutarakan nasihat

mendidik dengan penekanan
Perhatikan hal-hal yang memberikan pengaruh terhadap anak-anak Anda, khususnya pengaruh dari luar. Tekankanlah pada mereka hal-hal baik yang mereka temui di luar rumah, dan jauhkanlah dari hal-hal yang buruk. Bisa jadi hal-hal ini timbul dari aktivitas kesehariannya.
Mendidik dengan hukuman
Harun ar-Rasyid berkata kepada orang yang mendidik anaknya, “Jangan terlalu memanjakannya, sehingga ia menghalalkan kesalahannya dan membiasakannya. Nasihatilah ia dengan pendekatan dan lemah lembut. Jika ia masih tidak sadar, maka saatnya engkau bersikap tegas dan kasar.”

Urutan Tahapan dalam Memberikan Sanksi kepada Anak
Pertama-tama, abaikan pelanggaran anak.
Menegur dengan sindiran dan tidak memperingati langsung, agar perhatiannya tidak langsung terarah kepada pelanggaran.
Menegur dengan bentakan. Cukup sedikit saja dan jangan berlebihan, agar anak tidak meremehkan.
Menegur secara terus-terang tanpa memukul atau mencela.
Memukul.

Aturan Memukul
Pukulan yang diberikan kepada anak seharusnya tidak menghinakan, seperti memukul wajah. Juga jangan terlalu menyakitkan. Begitu juga dengan alat pemukul harus memenuhi beberapa syarat yang perlu diperhatikan, yaitu:
Pendek, agar mudah menjangkau bagian tubuh yang pantas dipukul.
Lunak, agar tidak merusak anggota tubuh.
Tidak besar, agar tidak berdampak fatal.
Memukul pada anggota tubuh yang berotot kuat, seperti paha.


Sifat-Sifat Terpenting yang Harus Dimiliki dalam Mendidik Anak:
Sabar, bijak, lembut, tidak kasar, pengasih, fleksibel dan elastis, menghindari amarah, tidak berlebih-lebihan, seimbang, dan menasihati anak.


Beberapa Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Mendidik Anak:
Senantiasa memberikan motivasi dan jangan terlalu mengharapkan anak mampu mengerjakan tugas dengan sempurna. Janganlah melihat anak Anda dengan pandangan perfeksionis.
Yang menjadi prioritas utama Anda dalam mendidik anak adalah mengharapkan ridho Allah.
Melihat kesalahan sebagai sarana pembelajaran.


Beberapa Trik Efektif untuk Diterapkan pada Anak:
Kalimat yang Anda ucapkan seperti, “Perbaiki sikapmu dan jangan menaruh buku sembarangan”, sebaiknya diganti dengan kalimat, “Buku tempatkan di rak, sayang!”
“Kumpulkan mainanmu” diganti dengan kalimat, “Kamu harus mengembalikan mainanmu ke tempatnya semula supaya tidak cepat rusak”, atau dengan berkata, “Ayo, kita kumpulkan mainanmu bersama-sama.”

Berkomentar Terhadap Perbuatannya, Bukan pada Kepribadiannya
Daripada Anda mengucapkan, “Apa yang terjadi, mengapa kamu bodoh dan malas?” lebih baik Anda berkata, “Ini adalah perbuatan yang tidak bisa diterima.”
Kenali kesenangan anak Anda. Terkadang anak ingin memiliki semua mainan. Maka Anda jangan berkata kepadanya, “Kamu rakus sekali.” Katakanlah kepadanya, “Kamu menginginkan semua mainan, sekarang pilih satu saja, lain kali baru kita beli lagi.”

Hindari Ancaman yang Terus-menerus dan Menyuap
Selalu mengancam dapat menjadikan anak belajar menutup-nutupi kesalahannya dari Anda. Sedangkan sering memberi sogokan akan membuat anak tidak mempedulikan perintah, sampai anda memberinya upah. Misalnya, Anda berkata kepada anak, “Bersihkan kamar, setelah itu saya akan memberimu mainan baru.” Dengan begini maka ia akan menaati Anda, karena mainan. Bukan karena ingin membantu atau melaksanakan kewajiban.

Memberikan Tanggapan Positif terhadap Anak
Apabila anak Anda melaksanakan apa yang Anda perintahkan, maka berilah pujian kepadanya dan peluklah. Katakan kepadanya,”Bagus, terima kasih, semoga Allah membalas dengan kebaikan.” Dengan begini ia akan menyenangi pekerjaan itu.


Beberapa Faktor yang Berdampak Negatif terhadap Anak dan Cara Mengatasinya
Setelah Anda menyimak langkah-langkah positif dalam mendidik anak, Anda juga perlu memperhatikan semua aspek untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan dalam interaksi Anda dengan anak-anak di rumah. Karena terkadang sikap menyimpang (kenakalan remaja) bisa memasuki anak melalui berbagai jalan, di antaranya:
Sekolah
Anda dan suami dapat menentukan waktu khusus untuk menanyakan anak Anda tentang apa saja yang ia lakukan di sekolah. Kemudian Anda menjelaskan kepadanya hal-hal yang menyalahi agama.

Buku-Buku dan Majalah
Buku-buku serta majalah terkadang berisikan pemikiran-pemikiran atau akhlak yang menyalahi syariat Islam. Mungkin karena emosi, membuat Anda terlalu cepat bertindak dengan langsung merebut buku atau majalah itu darinya. Diikuti dengan makian, pukulan, dan sebagainya.
Tindakan seperti itu dapat membuat anak berani melakukannya lagi tanpa sepengetahuan Anda. Sang anak akan membacanya secara sembunyi-sembunyi, bahkan keinginannya terhadap buku-buku dan majalah-majalah seperti itu semakin menjadi-jadi.

Cara Mengatasinya:
Mengambil majalah atau buku tersebut dan mendiskusikannya. Lalu menjelaskan isinya, antara yang baik dan yang buruk atau menyalahi Islam. Kemudian setelah itu Anda menjelaskan kepadanya dengan penuh lemah lembut dan dengan kalimat yang mudah dipahami tentang efek negatif yang akan ditimbulkan dari buku dan majalah seperti itu.
Berikanlah pengganti dari buku atau majalah yang Anda larang tersebut. Misalnya mengganti dengan majalah-majalah islami, buku-buku ilmiah, buku sastra dan ilmu pengetahuan, atau buku yang mengandung kisah-kisah. Sesuatu yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat kepadanya. Termasuk di antaranya ilmu sosial yang tercerahkan dan kisah perjalanan hidup orang-orang hebat.

Teman-Teman Nakal
Akhlak yang buruk kadang disebabkan pengaruh teman. Khususnya pada usia remaja. Oleh karena itu, bagi seorang ibu, hendaknya memberikan pengawasan yang baik dan berkesinambungan terhadap siapa yang menjadi teman-teman anaknya. Mencari tahu bagaimana sifat temandan kondisi keluarganya. Berusaha menjauhkan anaknya dari anak-anak yang nakal, lalu mengarahkannya untuk bergaul dengan anak-anak yang baik, baik kawan-kawan sebayanya, keluarga, maupun tetangganya.
Terlebih dahulu anda harus menjadi teman yang baik terhadap anak Anda. Juga jangan lupa selalu mendoakannya agar tetap menjadi anak yang baik.

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Sakinah

Tuhan, apa yang harus kukatakan… Kau telah mengetahui segala hal,malahan Kau lebih mengetahui dibandingkan diriku sendiri. Tapi izinkanlah kiranya aku mengungkapkan sedikit perasaan hatiku yang aku gak tahu harus mencurahkannya kepada lagi selain-Mu. Karena tidak ada yang bisa mengerti rahasia hatiku selain-Mu, Tuhan…

Aku kehilangan gairah terhadap hal apapun, aku merasa bosan dengan semua hal, aku jenuh, gak ada cita-cita tentang masa depan yang sering orang-orang berusaha mencapainya dengan berbagai cara. Aku hampa.

Tapi ketika aku menatap langit malam yamg dihiasi sinar rembulan dan taburan bintang-bintang, ketika aku melihat rintik tetesan hujan yang membasahi bumi, atau ketika aku mendengar lagu-lagu pujian, ada tersemat di hati dan pikiranku sebuah rasa yang begitu syahdu. Sebuah cinta, sebuah kerinduan yang aku tak tahu apakah hakekat sebenarnya. Apa yang kurindukan atau siapa yang kurindukan aku juga gak tahu.

Aku teringat suatu buku yang berisi kata-kata mutiara Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw.. di buku itu dituliskan obat hati adalah ilmu dan hikmah. Hm.. ilmu? Tapi aku kehilangan minat membacaku, aku kehilangan minat untuk mengerjakan apapun. Aku merasa jenuh. Sedangkan hikmah.. kemana aku harus mencarinya. Orang-orang bijaksana berkata bahwa hikmah bisa kita temui di kehidupan sehari-hari, tapi aku masih terlalu bodoh untuk mengerti dan memikirkan hal-hal yang tersirat di balik yang tersurat.

Orang-orang bijaksana berkata bahwa kita harus mempunyai guru agar bisa sampai kepada-Mu. Iya aku tahu itu benar, tapi siapa yang akan mengajarkanku? Siapa yang mau mengajarkanku? Siapa yang akan menuntunku? Mereka berkata bahwa harus ada distributor antara produsen dan konsumen, tapi bukankah ibarat suatu produk pasti ada alamat atau nomor telepon suara konsumen di setiap kemasan. Yah, walaupun kutahu pasti banyak sekali orang yang mengeluh,meminta dan memohon pada-Mu, tapi ku yakin Kau selalu ada waktu untuk semua hal itu. Aku yakin Kau mendengarkan setiap suara.

Tuhan, maafkan aku bila aku lancang. Tapi ku mohon biarkan aku bersandar pada-Mu. Kemana lagi aku bercurah selain kepada-Mu?

Tuhan, jangan biarkan aku menghujat-Mu apabila yang kuinginkan tak Kau takdirkan. Ajarilah aku cara untuk ikhlas dengan sebenar-benarnya atas semua hal yang Kau takdirkan terhadapku,ajarkan aku kesabaran. Anugerahi jiwaku dengan rasa syukur, agar semangat,harapan dan kasih sayang tak pernah pudar dari dalam hatiku.

Dikirim pada 24 Januari 2011 di curhat


Cita2 ibarat bintang di langit, yach walaupun terlihat sangat jauh tapi apa seh yang gak mungkin dicapai?? Apapun bisa terjadi asalkan kita bersungguh-sungguh. Buktinya aja orang dah bisa nginjakin kaki ke bulan&planet2, bukankah itu suatu bukti bahwa gak ada yang gak mungkin terjadi. Dulu neh para saintist&ahli fisika dianggap stress atau kurang waras karena hal itu, banyak banget deh orang2 awam ngata2in alias nyela abis2an yang mereka lakukan. Tapi tentunya mereka gak ambil pusing kata2 orang2 yang mencela itu. Sampai akhirnya apa yang mereka cita2kan terwujud, baru deh tuh orang2 yang nyela pada berdecak kagum… “wah,,kita ketinggalan satu abad dari dia!”, mereka pasti berkomentar seperti itu setelah menyadari kesalahan mereka.

Seperti para saintist itu, begitu juga kita seharusnya dalam mengejar cita2, gak kenal menyerah&gak peduli dengan celaan orang2 awam. Karena guys, sometimes ada aja orang2 yang rese atau ngiri abis. But..perlu kita perhatikan juga dari semua komentar yang ada, siapa tahu neh ada yang membangun. So, kita harus bisa menyaring bener2 celaan tersebut, kritik atau komentar2 itu untuk selanjutnya kita jadikan sebagai bumbu dalam mencapai cita2.

Selain celaan2, tentunya ada hambatan2 lain dalam menggapai cita2. Mungkin rasa bosen, males atau tergoda (Ayo ngaku tergoda ama apa atau siapa? Hehehe). Hambatan2 seperti itu sebenarnya sering terjadi&gak keitung lagi banyaknya, sekarang tinggal gimana caranya kita mengatasi itu semua…
1. Luruskan dulu donk niat kita semua, motivasi diri. Tanyakan pada diri kita, apa seh yang sebenarnya kita cita2kan? Apa seh tujuan orang tua kita cape2 gawe buat ngongkosi kita study? Pastilah orang tua kita menginginkan yang terbaik untuk kita.
2. Come on…kita gak punya banyak waktu untuk bermain-main. Ingat, Izrail datang gak pake ketuk pintu dulu apalagi bilang “sampurasun”, “permisi”, “excuise me” atau “law samahta” segala.
3. “Sesungguhnya hati ini akan jenuh sebagaimana badan2 jenuh, maka carilah hikmah2 yang baru untuk hati.” [1] So, obat yang manjur buat hati yang jenuh adalah hikmah.
4. Buat yang tergoda… cup,cup,cup..sabar dulu ya! Jangan korbankan cita2 mulia dengan hal2 yang terlarang. Kata pepatah neh, “semakin tinggi pohon, semakin kuat juga angin yang menerpa.” Tenang aja, kalo jodoh gak bakal kemana ko.
5. Kalo ingin jadi yang terbaik atau dapet yang terbaik, maka kita juga harus memberikan yang terbaik atau melakukan yang terbaik. Give the best, do the best, be the best&get the best. Ok!



[1] Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib. Tashrif Ghurar al-Hikam. Manikjaya: Bandung, 2003

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Umum (general)



Hukum menikahi wanita hamil telah disinggung dalam surah Ath-Thalaq ayat 4 :
“Dan wanita-wanita hamil, waktu idahnya itu ialah sampai melahirkan kandungannya…” (QS. Ath-Thalaq: 4)

Ayat ini menjelaskan bahwa wanita hamil tidak boleh dinikahi oleh seorang laki-laki sampai wanita tersebut melahirkan, kecuali jika laki-laki tersebut adalah bekas suami yang menceraikannya (ruju’). Larangan ini dikarenakan wanita yang hamil itu masih menjadi hak suami yang menceraikannya.

Lalu bagaimana hukumnya jika wanita tersebut hamil dikarenakan berzina seperti yang banyak kita temukan pada remaja-remaja puteri zaman sekarang?

Maka para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Sebagian ulama mengatakan pernikahan dilaksanakan setalah wanita tersebut melahirkan. Jika dinikahkan pada saat masih mengandung, maka harus dinikahkan ulang setalah sang wanita malahirkan, karena tidak sah menikahi wanita hamil.

Sebagian ulama lagi berbeda pendapat dengan pendapat di atas dengan rujukan Komplikasi Hukum Islam, bab VIII, pasal 53, ayat 1 sampai 3:
1) Seorang wanita yang hamil diluar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya.
2) Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat 1 dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya.
3) Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anaknya yang dikandung lahir.

Terjadinya perbedaan pendapat di atas dikarenakan pada zaman Rasulullah tidak pernah ditemukannya wanita yang hamil karena berzina menikah. Yang ada hanya wanita yang dihukum rajam karena berzina, hukuman rajam itu pun dilaksanakan setelah wanita tersebut melahirkan bayinya. Namun ada kaidah ushul menyatakan: “Keluar dari perbedaan pendapat adalah langkah yang terbaik”.


Rasulullah Saw. Juga pernah bersabda:

“Seseorang tidak akan mencapai tingkat takwa sebelum dia meninggalkan apa saja yang tidak terang (yang masih diragu-ragukan) supaya dia menjauhi apa-apa yang jelas dosanya”. [1]
[1] Drs.K.H.Miftah Faridh, 150 Masalah Nikah dan Keluarga, Jakarta: Gema Insani Press, 1999, h. 19-21

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Pengetahuan Agama (religion)





A. PENGERTIAN DAKWAH

Secara etimologi kata dakwah sebagai bentuk masdar dari kata yang artinya adalah memanggil, mengundang, mengajak, menyeru, mendorong dan memohon.[1]

Dengan demikian secara etimologi penertian dakwah itu merupakan suatu proses penyampaian (tabligh) pesan-pesan tertentu yang berupa ajakan atau seruan dengan tujuan agar orang lain memenuhi ajakan tersebut.

Secara terminologi, menurut Muhammad Nasir, dakwah adalah usaha menyerukan dan menyampaikan kepada perorangan manusia dan seluruh umat tentang pandangan dan tujuan hidup manusia di dunia ini yang meliputi amar ma’ruf nahi munkar, dengan berbagai macam media dan cara yang diperoleh akhlak dan membimbing pengalamannya dalam perikehidupan perseorangan, berumah tangga, bermasyarakat dan bernegara.[2]

Dakwah (amar ma’ruf nahi munkar) merupakan kewajiban bagi umat islam, hal ini tercantum dalam al-Quran :
Dan hendaklah ada diantaramu segolongan umat yang mengajak pada kebaikan dan memerintah yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran. Mereka adalah orang-orang yang bahagia. (QS.Ali Imran: 110)[3]

Hal ini sesuai dengan hadis nabi; “Barangsiapa yang melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya (bila mampu). Bila tak mampu, maka ubahlah (berantaslah) dengan lidahnya, yaitu memberinya peringatan yang baik, boleh keras juga boleh lemah, asal melihat mana yang bermanfaat untuk agama). Apabila masih tidak mampu, maka cukup (benci) di hati. Dan itulah iman yang paling lemah.” (H.R.Muslim)[4]



B. FILM

Film adalah gambar hidup, juga sering disebut movie (semula pelesetan untuk ‘berpindah gambar’). Film secara kolektif, sering disebut sinema. Gambar hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan, dan juga bisnis.

Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi.[5]

Terdapat unsur-unsur dalam sebuah film,diantaranya:
1. Title / judul
2. Crident title, meliputi: produser, karyawan, artis, ucapan terima kasih, dll
3. Tema film
4. Intrik, yaitu usaha pemeranan film untuk mencapai tujuan
5. Klimaks, yaitu benturan antar kepentingan
6. Plot (alur cerita)
7. Suspen atau keterangan, masalah yang masih terkatung-katung
8. Milon / setting / latar belakang terjadinya peristiwa, masa / waktu, bagian kota, perlengkapan, aksesoris, dan fesyen yang disesuaikan
9. Sinopsis, yaitu untuk memberi ringkasan atau gambaran dengan cepat kepada orang yang berkepentingan
10. Trailer, yaitu bagian film yang menarik
11. Character, yaitu karakteristik pelaku-pelakunya.

Jika sebuah film akan dibuat, maka ada struktur yang penting untuk dicermati, yaitu:
1. Pembagian cerita (scene)
2. Pembagian adegan (squene)
3. Jenis pengambilan gambar (shoot)
4. Pemilihan adegan pembuka (opening)
5. Alur cerita dan contuinity
6. Intrigue meliputi jealousy, pengkhianatan, rahasia bocor, tipu muslihat,dll
7. Anti klimaks, penyelesaian masalah
8. Ending, pemilihan adegan penutup.

Terdapat jenis-jenis film yang diklasifikasikan sebagai berikut;
1. Drama, adalah suatu kejadian atau peristiwa hidup yang hebat, mengandung konflik pergolakan, clash atau benturan antara dua orang atau lebih. Sifat drama: romance, tragedy dan komedi
2. Realisme, adalah film yang mengandung relevansi dengan kehidupan keseharian
3. Film sejarah, melukiskan kehidupan tokoh tersohor dan peristiwanya
4. Film perang, menggambarkan peperangan atau situasi di dalamnya atau setelahnya
5. Film futuristik, menggambarkan masa depan secara khayali
6. Film anak, mengupas kehidupan anak-anak
7. Cartoon, cerita bergambar yang mulanya lahir di media cetak. Yang diolah sebagai cerita bergambar, bukan saja sebagai story board melainkan gambar yang sanggup bergerak dengan teknik animation atau single stroke operation
8. Adventure, film pertarungan, tergolong film klasik
9. Crime story, pada umumnya mengandung sifat-sifat heroik.
10.Film seks, menampilkan erotisme
11.Film mister / horor, mengupas terjadinya fenomena supranatural yang menimbulkan rasa wonder, heran, takjub dan takut.[6]


C. FILM ADALAH MEDIA DAKWAH YANG EFEKTIF

Pada masa kehidupan Nabi Muhammad saw, media yang paling banyak digunakan adalah media audiatif; yakni menyampaikan dakwah dengan lisan. Namun tidak boleh dilupakan bahwa sikap dan perilaku Nabi juga merupakan media dakwah secara visual yaitu dapat dilihat dan ditiru oleh objek dakwah. Sejarah dakwah kemudian mencatat bukan hanya perkembangan materi dan objek dakwah, melainkan juga mencari media-media dakwah yang efektif. Ada berupa media visual, audiatif, audio visual, bukukoran, koran,radio, televisi, drama dan sebagainya.[7] Termasuk juga internet dan film.

Film hadir dalam bentuk penglihatan dan pendengaran. Melalui pendengaran dan penglihatan inilah, film memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada para penonton. Pengalaman itu menyampaikan berbagai nuansa perasaan dan pemikiran kepada penonton. Selanjutnya, film sebagai media komunikasi dapat berfungsi pula sebagai media dakwah, yaitu media untuk mengajak kepada kebenaran dan kembali menginjakkan kaki di jalan Allah. Film juga tidak terkesan menggurui. Film mempunyai kelebihan bermain pada sisi emosional, ia mempunyai pengaruh yang lebih tajam untuk memainkan emosi pemirsa. Berbeda dengan buku yang memerlukan daya fikir aktif, penonton film cukup bersikap pasif. Hal ini dikarenakan film adalah sajian siap untuk dinikmati.

Film dengan latar kebudayaan dan misi teologi Islam sangat diharapkan. Sekalipun tentunya, bukan hanya sekedar representasi kehidupan muslim, akan tetapi bisa jadi film-film yang mengajak dunia untuk memahami, menghormati, menepis citra buruk dan selanjutnya, mengundang simpatik, mendorong untuk mengambil tindakan berbuat baik, lebih-lebih mengikuti jejak teologinya.

Bagi dunia muslim khususnya, yang memiliki karakteristik budaya tersendiri yang dalam beberapa aspek berbeda dengan budaya lain—untuk memperkenalkan diri sebagai sebuah entitas budaya kepada dunia lain di luar dunia muslim—film akan menjadi semakin penting sebagai media yang dapat menyampaikan gambaran mengenai budaya muslim, paling tidak untuk menghindari benturan dengan budaya dan peradaban lain. Dan film dapat dijadikan sebagai duta.[8]
[1] Siti muriah, Metodologi Dakwah Kontemporer, Cet.I, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000), h.1
[2] Ibid., h.3
[3] Departemen Agama, Al-Quran
[4] Abu Zakariya Yahya bin Syarif An-Nawawi, Terjemah Riyadhush Sholihin, Jilid.I, (Surabaya: Al-Hidayah, 1997), h.269
[5] www.wikipedia.com
[6] Aep Kusnawan et. al., Komunikas dan Penyiaran Islam, (Bandung: Benang Merah, tt), h.100-101
[7] Wafyah dan Awaludin Pimay, Sejarah Dakwah, Cet.I, (Semarang: RaSAIL, 2005), h.13
[8] Aep Kusnawan et. al., Op.Cit., 96

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Dakwah-Komunikasi



Manajemen (management) secara harfiyah artinya mengatur atau mengelola. Encyclopedia Americana mengartikan manajemen sebagai“The art of coordinating the elements of factors of production towards the achievement of the purposes of an organization“. Pencapaian sasaran organisasi terjadi melalui peng-gunaan manusia (men), bahan produksi (materials), dan mesin (machines). Hakikat manajemen adalah “proses koordinasi berbagai sumberdaya” organisasi (men, materials, machines) dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Pers adalah lembaga penerbitan media massa cetak, seperti suratkabar, tabloid, majalah, dan buku. Dalam bahasa Inggris, pers (press) berarti mesin pencetak, mencetak, orang-orang yang terlibat dalam kepenulisan atau produksi berita, menekan, dan sebagainya.
Dalam Leksikon Komunikasi, pers punya banyak arti, seperti usaha percetakan atau penerbitan; usaha pengumpulan atau penyiaran berita; penyiaran berita melaui media massa; dan orang-orang yang bergerak dalam penyiaran berita. Ada pula pendapat, pers merupakan singkatan dari persuratkabaran.
Manajemen pers adalah proses pengelolaan berupa koordinasi unsur-unsur terkait dalam penerbitan pers (media massa, utamanya media cetak). Pembahasan manajemen pers di bawah ini mengacu pada konsep fungsi manajemen dari Henry Fayol, yaitu Planning, Organizing, Acting, dan Controlling (POAC).
Planning artinya perencanaan, yakni penyusunan atau penetapan tujuan dan aturan. Organizing artinya pengorganisasian berupa pembentukan bagian-bagian, pembagian tugas, atau pengelompokkan kerja. Acting artinya pelaksanaan rencana. Controling adalah pengawasan dan evaluasi hasil kerja.
Planing
· Persiapan SDM serta sarana dan prasarana (men, materials, machines).
· Penyusunan atau penetapan visi, misi, nama, logo, moto, rubrikasi, positioning, editorial policy, stylebook, model/desain cover, desain halaman, pemilihan jenis huruf, dan sebagainya.
· Penyusunan rencana pemasaran (iklan, sirkulasi, promosi), termasuk strategi penjualan, distribusi, dan sebagainya.
Organizing
· Pembentukan struktur organisasi pers (redaksi, pemasaran/tata usaha, dan percetakan/produksi).
· Pembagian tugas atau job description masing-masing bagian.
Acting
· Semua bagian bekerja sesuai perencanaan dan pengorganisasian yang telah disusun.
· Bidang redaksi melakukan tahapan dalam news processing: news planning, hunting/gathering, writing, editing, layouting, lalu dilimpahkan pada bagian produksi atau percetakan.
Controlling
· Pengawasan dan evaluasi hasil mengacu pada visi, misi, style book, kode etik jurnalistik, dan tata tertib.
· Pemberiam penghargaan dan hukuman (reward and punishment) terhadap wartawan/karyawan.



Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa taala sesuai dengan garis aqidah, syariat dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja daa yadu yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.
Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Di antara raja-raja yang mendapat surat atau risalah Nabi SAW adalah kaisar Heraklius dari Byzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dari Persia (Iran) dan Raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia).
Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif.
Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada".

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Dakwah-Komunikasi




Umar bin Abdul Aziz dilahirkan di kota Hulwan, tidak jauh dari Kairo, ketika itu ayahnya yang jadi gubernur di Mesir. Tetapi Ibnu Abdil Hakam meriwayatkan bahwa Umar dilahirkan di Madinah. Silsilah keturunannya dari pihak ibunya, bersambung kepada Khalifah yang kedua, Umar bin Khattab. Sebab itu ia telah mewarisi daripadanya banyak sifat-sifat yang mulia dan jarang tandingannya. Bahkan dimasa kecilnya ia tinggal bersama paman-pamannya ibunya di Madinah. Dalam suasana yang semerbak itulah ia mempelajari bimbingan-bimbingan dan pendapat-pendapat yang sehat, dan disana pulalah ia bertumbuh dengan baiknya. Pendidikan yag diperolehnya dalam masa tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap sifat-sifatnya yang istimewa dan terpuji itu.
Setelah ia meningkat remaja, ia kawin dengan Fathimah, putri Abdul Malik, pamannya sendiri. Pamannya ini dimasa hidupnya amat mencintainya. Dimasa pemerintahan Khalifah Al-Walid, Umar menjadi gubernur di Madinah. Disana ia mendapatkan reputasi yang baik.
Umar pernah dipecat oleh Khalifah Al-Walid dari jabatannya sebagai gubernur Madinah, karena terjadi perselisihan antara Umar dan Al-Hajjaj, atau karena umar tidak menyetujui tindakan Al-Walid untuk memecat Sulaiman bin Abdul Malik dari kedudukannya sebagai putra-mahkota, dan untuk mengangkat putra Al-Walid sendiri.
‘Umar adalah salah seorang dari khalifah-khalifah yang sedikit jumlahnya, yang dikejar oleh jabatan itu, walaupun mereka tidak mengharapkannya atau berusaha untuk mendapatkannya, bahkan ia ingin sekali untuk menjauhkan diri daripadanya. Umar melihat bahwa jabatan tersebut merupakan suatu ujian yang amat berat baginya.
Khalifah Sulaiman mempunyai seorang putra yang bernama Ayyub, dan dialah yang dicalonkan oleh Sulaiman untuk menjadi Khalifah sesudahnya. Tetapi sayang, ia meninggal lebih dahulu daripada ayahnya. Dan ketika Sulaiman sakit, ia minta nasihat kepada wazirnya – Raja’ ibnu Haiwah – tentang siapakah yang patut ditunjuk untuk menjadi khalifah sesudahnya. Sulaiman menanyakan pendapat Raja’ tentang Umar bin Abdul Aziz. Raja’ menyatakan pujiannya atas pribadi Umar, dan menganjurkan kepada Sulaiman untuk mengangkat Umar sebagai penggantinya.
Ketika dinobatkan sebagai khalifah, dia menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik daripada menambah perluasannya. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat, di berhasil membangun hubungan baik dengan golongan Syi’ah. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Pajak diperingan. Kedudukan mawali disejajarkan dengan muslim Arab.
Jabatannya sebagai Khalifah itu telah membagi kehidupan Umar menjadi dua bagian. Bagian pertama, kehidupan yang diliputi oleh kecongkakan, nyanyian-nyanyian, wangi-wangian dan kekayaan, serta serba neka dari gejala kemuliaan dan kekuasaan. Bagian kedua, yaitu kehidupan yang penuh dengan kepahitan dan perjuangan. Kehidupan yang serupa itu memang lazim dialami oleh raja-raja. Tetapi biasanya kehidupan yang pahit, getir dan penuh dengan penderitaan itu mereka alami sebelum menjadi raja. Dan setelah menduduki singgasana dapatlah mengenyam kenikmatan dan kebahagiaan hidup. Lain halnya dengan Umar bin Abdul Aziz ini. Di sebaliknya dari itu. Kehidupannya sebelum menjadi Khalifah penuh kebahagiaan dan kekayaan. Tetapi setelah menjadi Khalifah maka kehidupannya penuh dengan perjuangan, kesederhanaan dan kerja berat.105
Umar turunan Bani Umayyah; ayahnya Abdul Aziz bin Marwan, pamannya Khalifah agung Abdul Malik bin Marwan, sedang isterinya Fatimah binti Abdul Malik, saudara dari Al-Walid. Dari saluran ini ia beroleh rezeki yang baik serta mengenal dan mengenyam kehidupan dalam istana. Ia dididik dan dibesarkan dalam suasana yang penuh kenikmatan dan kemakmuran hidup. Harta kekayaannya berlimpah-limpah, sehingga ia memiliki tanah-tanah perkebunan di Hejaz, syam, Mesir, Yaman dan Bahrain. Dari sana ia beroleh penghasilan besar, sebanyak 40.000 dinar setiap tahun.
Dalam menjalankan kekuasaannya itu, ia mencampakkan seluruh cara hidup para raja seperti yang dilakukan oleh keluarga dan nene moyangnya, dan memilih bagi dirinya kehidupan yang hampir menyerupai kehidupan para khulafaur-rasyidin. Dan ia pun mengembalikan semua harta milik yang telah diwarisinya sendiri dengan cara yang tidak sah menurut syari’at, sehingga sampai-sampai ia mengembalikan perhiasan isterinya ke dalam baitul-maal. Dan dari jumlah 40.000 dinar yang menjadi penghasilannya setiap tahun, ia hanya mengambil bagi dirinya sebanyak 400 dinar setahun yang dimilikinya secara sah.
Adapun tanah-tanah yang dirampas, dan yang tak ada arsipnya, oleh Umar dinyatakan bahwa tanah-tanah tersebut dikembalikan kepada pemiliknya. Jika pemiliknya tak ada atau tidak diketahui, maka tanah itu dikembalikan ke Baitulmal.
Demikian pula ia telah memecat pejabat-pejabat dan petugas-petugasnya yang zalim dan menunjuk di tempat mereka orang-orang yang adil dan salih, serta menghapus pajak-pajak tidak sah yang tadinya dipungut dari rakyat oleh Bani Umayyah, dan ia membatalkan kewajiban membayar jizyah yang mereka tetapkan atas orang-orang yang baru masuk Islam dan mengirim perintah-perintahnya yang keras kepada para hakim agar tidak seorang pun, muslim atau non-muslim, didera walaupun hanya sekali tanpa haq dan agar tidak seorang pun dihukum dengan hukuman mati atau potong tangan sebelum menanyakan kepadanya dan meminta saran kepadanya.
Umar menghentikan peperangan-peperangan yang sedang dilancarkan terhadap golongan-golongan yang bukan Islam, atau terhadap kaum pembangkang dan pemberontak dalam kalangan kaum muslimin sendiri. Kemudian dilaksanakannya Dakwah Islamiyah kepada golongan-golongan yang bukan Islam itu, dengan menggunakan hikmah-kebijaksanaan serta pelajaran dan nasihat-nasihat yang baik. Terhadap kaum pembangkang dan Khawarij, maka Umar menundukkan mereka dengan dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang dapat memuaskan hati mereka. Umar benar-benar telah mencapai sukses besar dalam kedua bidang usahanya itu. Ia berhasil dalam dakwahnya mengajak orang-orang yang belum Islam itu dengan menggunakan hikmah-kebijaksanaan serta pelajaran dan nasihat-nasihat yang baik. Terhadap kaum pembangkang dan Khawarij, maka Umar menundukkan mereka denagn dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang dapat memuaskan hati mereka. Umar benar-benar telah mencapai sukses besar dalam kedua bidang usahanya itu. Ia berhasil dalam dakwahnya mengajak orang-orang yang belum Islam itu untuk masuk ke dalam agama Islam. Dan ia juga beroleh sukses dalam diskusi dan perdebatan dengan kaum pemberontak dalam kalangan kaum muslimin sendiri. Riwayat hidupnya yang harum semerbak itu merupakan pembantu yang baik baginya untuk mencapai kemenangannya itu, hingga akhirnya raja-raja masuka agama Islam berkat dakwah yang dilakukan Umar, dan kemudian diikuti oleh rakyat mereka. Begitu pula banyak penduduk Mesir, Siria dan Persia masuk Islam, yang sebelum itu belum lagi menganut agama islam, walaupun agama Islam itu telah masuk ke negeri mereka, karena sudah merasa puas dengan status mereka sebagai ahluzzimmi dengan kewajiban membayar jizyah. Kemudian mereka tertarik dengan sifat toleransi Umar untuk menganut agama Islam. Dan hal ini adalah salah satu sebab yang menjadikan masa pemerintahan Umar dikenal pula dengan sebutan “masa Islamnya negeri-negeri yang ditaklukkan”.
Umar mengurangi beban pajak yang biasa dipungut dari orang-orang Nasrani. Dan ia menghentikan pemungutan jizyah dari orang-orang yang masuk Islam di antara mereka. Maka berbondong-bondonglah mereka masuk Islam, karena penghargaan mereka yang tinggi terhadap agama Islam dan terhadap Umar pribadi, dan juga karena ingin bebas dari kewajiban membayar jizyah.
Umar menyamaratakan antara bangsa Arab dan yang bukan Arab, sebagaimana yang dikehendaki oleh syariat Islam. Dengan tindakan ini Umar telah berhasil mengatasi dan menghabisi masalah mawali yang sering dibicarakan dengan panjang lebar oleh para ahli sejarah.
Salah satu dari perbaikan-perbaikan yang dilakukan Umar ialah perbaikan tanah-tanah pertanian, penggalian sumur-sumur dan pembangunan jalan-jalan dan menyediakan tempat-tempat penginapan bagi orang-orang yang dalam perjalanan. Umar juga memberikan perhatian yang besar terhadap orang-orang miskin yang sangat memerlukan pertolongan, dan orang-orang sakit. Ia juga memperbaiki masjid-masjid, tetapi ia tidak begitu mementingkan segi keindahan masjid-masjid tersebut.
Perbaikan-perbaikan yang dilakukan Umar juga meliputi dinas pos. dinas pos itu diberinya tugas tidak hanya membawa berita-berita resmi dari para gubernur dan pegawai-pegawai kepada Khalifah saja, bahkan juga untuk meladeni kepentingan rakyat. Umar memerintahkan kepada pegawai pos supaya menerima semua surat-surat yang diserahkan orang kepadanya, untuk disampaikan kepada yang berhak.
Adalah wajar bahwa para gubernur juga mengikuti tindak-tanduk Khalifah Umar. Ia telah memilih mereka dengan cermat, dan mengawasi pekerjaan mereka dengan teliti. Adapun siasat Umar terhadap gubernur-gubernurnya, antara lain ialah menaikkan gajih mereka, sehingga gaji seorang gubernur di masa itu ada yang sampai 3000 dinar.
Umar meninggal dunia tatlkala badannya menjadi kurus, karena terlalu banyak mencurahkan tenaganya, dan terlalu mengekang nafsunya sampai hidupnya menderita.
Versi lain menyebutkan bahwa Umar wafat karena diracun dimakanan oleh kaum Umayyah.



Referensi:
Abul a’la al-maududi, Khilafah dan Kerajaan, Bandung: Mizan, tt
Dr.Badri Yatim, MA, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006
Dr.Yusuf al-qaradhawi, Distorsi Sejarah Islam, Cet.I, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005
Prof.Dr.A.Syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid 2, Cet.IV, Jakarta: Al-Husna Zikra, 2000
W.Montgomery watt, Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis, Cet.I, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1990

Dikirim pada 24 Januari 2011 di Sejarah (history)
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

>>> Username : Rayhania >>> Nickname : IU >>> My name : Ayu ريحاني Thamreen >>> Fullname : سري ايو ريحانية بنت محمد حسني تمرين More About me

Page
Archive
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 199.771 kali


connect with ABATASA